Puisi: Sahabt kemarin sore
Sahabat, dulu kita bermain bersama di tengah trik panas matahari yang tiada ampun, waktu itu kita hanyalah bocah ingusan yang tidak mengerti apa-apa, kita hanyalah boca ingusan yang tidak peduli masa depan, kita selalu bersama di sore sore hari, bermain semua permainan, mengukir cerita yang harusnya kita kenang di masa depan, namun apa, apa yang telah terjadi dengan mudah kita lupa, kita dltidak acuh lagi dengan kegiatan sore kita, sore dimana waktu itu kita di marahi karna malas mandi, sore dimana waktu itu kita main bola bersama, sore dimana waktu itu kita tertawa bersama, yah itu semua hanyalah kenangan kita di 20 Tahun lalu, dimana kita tidak tau apa-apa tentang masa depan.

Comments
Post a Comment